Febi memanggil lagi. Memang dari tadi Danika sibuk menempel di dekat Devon, meski Devon tidak sedang membawa bola sekalipun.
Devon yang melihat Danika yang kelihatannya sedang tulalit langsung menepuk bahu Danika.
“NIK-O! Lo dipanggil Febi tuh.”
Devon mendelik memanggil Danika sambil membuat penekanan pada nama barunya. Devon menyadari kalau Danika pasti lupa bahwa nama panggilannya sekarang Niko.
Danika langsung [...]
“Aughhhh….”
Dia terjatuh dengan posisi terlentang. Sekarang bukan hanya dada atasnya yang sakit, tapi lengan kanannya yang menghantam semen lapangan juga terasa perih. Pasti luka deh. Rasanya Danika ingin menangis menggerung-gerung saat ini. Tapi ditahannya sekuat tenaga, dia tidak mau penyamarannya terbongkar, ini sudah kepalang basah. Setiap usaha pasti memerlukan pengorbanan. Dan dia harus mengorbankan badannya [...]
Dalam hati Danika merutuk Devon dengan ide gilanya kali ini, juga kepada dirinya sendiri yang dengan tololnya mengikuti ide Devon. Tapi dia memang tidak punya pilihan. Rasanya berbalik dan melarikan diri bukan pilihan yang bijak. Atau dengan tiba-tiba memperkenalkan kepada si indo sambil bergaya khas ala rapper kulit hitam, “Yow yow, helo guys, gue Danika. [...]
“Kita menunggu saat yang tepat untuk mengungkapkan jati diri lo ke dia. Dia akan menghargai lo kalau tahu perjuangan yang lo lakukan untuk ngedekatin dia, well, meskipun lo cewek bukan berarti nggak perlu berjuang menarik perhatian cowok yang lo sukai. Udah nggak jaman deh jaim-jaiman. Keburu ketinggalan kereta.” Cerocos Devon memberi alasan atas protesnya.
Danika hanya [...]
“Iya deh, sori, kan cuma nanya…” Dante benar-benar menyesal menanyakan hal itu kepada Danika, padahal sebenarnya niatnya baik, supaya Danika bisa punya pacar untuk pesta nanti, nggak usah susah-susah nyari target. Toh seperti kata pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino, alias cinta tumbuh karena terbiasa. Selama ini dimana ada si kembar di situ ada [...]
Dia sadar ulahnya juga tidak kalah anehnya dalam upaya menarik hati si indo ganteng itu, tapi baca buku petunjuk seperti itu, duh, kayaknya ntar dulu deh, mungkin itu pilihan terakhir kalau dia sudah benar-benar desperate aja.
Danika melihat apa yang sedang dibaca kembarannya itu. Ternyata Dante sedang mengerjakan latihan soal di buku paket.
“Tumben lo sore-sore gini [...]
“Sebenernya ada apa sih kok lo tiba-tiba serius kepingin bisa basket?”
Devon yang rupanya sangat penasaran dengan tingkah Danika, kembali mendesak sahabatnya untuk memberitahukan motivasi sesungguhnya di balik keinginannya yang sangat gigih untuk menguasai Basket.
“Lo taruhan sama temen ya? Ayolah, mungkin gue bisa bantu lebih banyak kalau gue tahu apa yang lo inginkan sebenernya.” Duh, bahasanya [...]
“Oke, siapa yang mau coba mengerjakan?” Tanya Pak Jarot setelah menulis sebuah soal di papan.
Kelas hening. Tidak ada yang mengangkat tangan. Mendadak hampir seluruh kepala menunduk serempak seolah mengheningkan cipta.
“Tidak perlu menunduk seperti orang divonis bersalah begitu, kan belum mencoba mengerjakan.” Sindir Pak Jarot. “Kenapa selalu menunggu saya tunjuk? Kalian ini kan pelajar, mana inisiatif [...]
Danika menunduk mencari kotak obat di meja Dante. Dante memperhatikan saja, tidak berniat membantu. Belum sempat Dante bertanya lagi, terdengar telepon di depan kamar Dante berdering. Danika menoleh ke arah Dante yang masih duduk di kasur sedang bengong sambil memperhatikan dirinya.
“Angkat, gih! Lo nggak denger telepon bunyi? Kenapa tiba-tiba lo jadi budeg hari ini?”
Dante bangkit [...]
“Kapan belinya? Nih pilih salah satu, mendingan jahit aja di Butik ini. Ntar kalo mepet nggak keburu lho. Artis banyak lho yang ngantri minta dibikinin baju di situ. Belum lagi kalau ada selebriti mau nikah.”
Tyas memainkan bibirnya dengan ekspresi malas.
“Lo kenapa sih, Yas?”
“Nggak kenapa-napa. Gue cuma bingung. Pesta ntar gue pergi sama siapa? Dua minggu [...]