Related Posts:Cerita Online – Sang Rubah (8)Cerita Online – Sang Rubah (10)Cerita Online – Sang Rubah (22)Cerita Online – Sang Rubah (7)Cerita Online – Sang Rubah (9)
Hera merapikan berkas-berkas kerjanya yang berserakan di meja. Jam dinding sudah menunjuk jam dua belas siang. Ia melirik kearah Arbi yang masih nampak sibuk di mejanya. Hera menghampirinya.
“Hoi, sudah waktunya makan siang, Pak! Kerja melulu….“
Arbi tersenyum melihat kedatangan Hera.
“Iya nih, dikit lagi….tanggung.“
“Banyak penawaran ya?“
“Iya, makanya hari ini aku nggak bikin janji sama customer, hari ini aku bikin jadwal cuma buat bikin penawaran…..nanti tolong kamu ketik ya.“
“Beres, Bos! Eh, jadi nggak makan siang bareng?“
“Jadi dong. Ntar, aku beresin dulu yang satu ini ya.“
“Oke.“
Hera kembali ke mejanya, mengambil dompetnya lalu duduk sambil menunggu Arbi. Tanpa sepengetahuan cowok itu, Hera memandanginya. Ia memang sudah lama naksir si jangkung dari divisi marketing itu. Tapi selama tiga tahun ini ia hanya bisa memendamnya. Ia tidak berani menunjukkan perasaan sukanya pada cowok itu secara terang-terangan. Ia merasa tidak seimbang dengan Arbi. Arbi seorang senior marketing sementara ia cuma seorang admin untuk divisi marketing Arbi. Tugasnya cuma mengurusi bagian ketik-mengetik dan filing untuk keperluan mereka. Meskipun Arbi dan yang lainnya tidak pernah memperlakukannya sebagai pegawai rendahan, tapi tetap saja ia tidak punya nyali untuk hal satu itu.
Arbi baru akan menyimpan buku penawarannya ketika Paty, salah satu teamnya datang tergopoh-gopoh menuju kearahnya.
“Bi, tolong gue dong….ntar jam satu aku ada janji sama ownernya hotel Semesta yang lagi aku handle. Dia bilang mau nego harga….kamu bisa kan menemani aku? Nih orang rewel banget soalnya.“
Arbi nampak ragu. Ia menoleh kearah Hera, meminta maaf lewat tatapan matanya. Hera tersenyum dan mengangguk maklum.
Tak lama setelah kepergian Arbi dan Paty, Hera mendapat sms dari Arbi yang menyatakan penyesalannya tidak bisa menepati janjinya untuk makan siang dengan Hera. Hera maklum. Sebagai senior marketing, sudah tugas Arbi untuk membantu teamnya demi mendapatkan proyek yang sedang mereka tangani. Itu untuk perusahaan juga. Tapi Hera tetap merasa nyeri dalam hatinya karena kedekatan Arbi dengan Paty. Arbi sepertinya sangat memperhatikan Paty dibandingkan terhadap teamnya yang lain. Sepertinya semua problem Paty adalah problem Arbi, bukan hanya soal pekerjaan saja, bahkan sampai ke urusan pribadi Paty sekalipun. Paty sangat tergantung pada Arbi, dan sepertinya Arbi senang-senang saja direcoki Paty. Siapapun bisa melihat ada hubungan spesial antara Arbi dan Paty, itu juga salah satu sebab ia tidak berani mengungkapkan perasaannya pada Arbi. Tapi setahu Hera, Paty sudah punya pacar walaupun sering gonta-ganti.
*Cerita Remaja,Cerita Seru,Cerpen,Cerita Online by Milla Budihardjo
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Seru – Badutnya PatY
ceritanya belum selesai yah ???
berkunjung dari ‘kopas’
salam kenal dulu yah..
I liked.
Sayangnya bersambung.
Saya tunggu kelanjutannya.
Good luck ya.
Kayaknya pernah ngalamin deh..
salam kenal yach…
lajutannya donk .. gantung critanya ^^
waduh kok nggantung gitu???
hehehe
salam kenal dulu deh
*mengapatidak*
cerita yg menarik…
i like u story.