Related Posts:Menjaring Traffic Gratis – Mybloglog MarketingMenjaring Traffic Gratis – Yahoo AnswerPPC Ads – Adwords TutorialPPC Ads – Adwords Tutorial (3)PPC Ads – Adwords Tutorial (2)
Siapa lagi dua orang dewasa itu? Pengawal dan dayang-dayang Valentine kah?
“Nggak papa kok Pak Asep, Bik Tarmi. Aku lagi bercanda sama dua teman baruku ini. Tiwi dan Arya. Tiwi, Arya, ini Pak Asep sopir kepercayaan keluargaku, dan Bik Tarmi, sudah bekerja selama 12 tahun, sehari sesudah aku lahir.”
Pak Asep dan Bik Tarmi mengangguk dan beringsut pergi meninggalkan kami. Sebelum mereka pergi, aku dapat melihat ekspresi heran sekaligus senang di wajah keduanya ketika mereka berdua saling berpandangan.
“Well, aku senang kalian kemari.”
“Kamu nggak marah kami baru saja masuk kemari tanpa ijin?” Tanya Arya.
Valentine menggeleng.
“Aku malah berharap kalian mau menjadi temanku. Kalau kalian tidak keberatan berteman dengan anak cacat sepertiku.”
Ah, rupanya dia bukan tokoh jahat, hanya seorang bocah yang kesepian.
“Tentu saja kami tidak keberatan.” Tanyaku. Aku dan Arya menyodorkan kelingking kami.
“Teman?!”
Valentine memandang kami dengan wajah berbinar. Dia mengaitkan kelingkingnya di jari kami berdua bergantian.
“Teman.” Jawabnya mantap.
Aku mengeluarkan sebuah apel manalagi dan memberikan pada Valentine. Dia menerimanya dengan suka cita.
“Sebagai lambang pertemanan kita.” Ujarku sambil mengambil 2 apel lagi untukku dan Arya. Kami memakannya bersama-sama. Rasanya sangat manis dan segar. Aku dan Arya duduk berdampingan di sofa besar berukir di dekat jendela.
“Apel ini enak sekali. Kalian beli atau hasil kebun kalian?” Tanya Valentine.
“Hasil kebun Pak Jamin. Kami mengambilnya beberapa tadi.” Aku dan Arya saling berpandangan dan lalu cekikikan.
“Hah? Maksud kalian bukan mencuri, kan?”
Aku dan Arya tertawa kecil sambil agak tersipu. Valentine ikut tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Aku juga mengeluarkan singkong rebus dan teh limunku untuk kami nikmati bertiga. Valentine terlihat sangat senang mendengar cerita-cerita petualangan kami. Dia juga menyukai singkong rebus ibuku. Katanya dia belum pernah makan singkong sebelumnya. Aku dan Arya mendelik heran. Anak yang aneh!
“Aku dulu juga senang berpetualang. Sebelum kedua kakiku lumpuh. Aku mengalami kecelakaan mobil setahun lalu. Sejak itu aku merasa kehilangan separuh napasku. Aku enggan keluar dari kamarku. Papaku membangun vila ini supaya aku bisa menyendiri dan menenangkan diri di sini kapan pun aku mau.”
Aku dan Arya menyimak serius cerita Valentine.
“Aku sudah tidak mau ke sekolah lagi, sehingga Papa mendatangkan guru khusus untukku. Sudah setahun ini aku hanya melamun dan merenungi nasibku. Semua teman mainku di Jakarta juga sepertinya enggan bermain denganku lagi.”
Sekarang aku tahu arti pandangan Bik Tarmi dan Pak Asep ketika mendengar Valentine tertawa. Mungkin sudah lama mereka tidak mendengarnya tertawa seperti itu.
*Cerita Remaja,Cerita Seru,Cerpen,Fiksi by TYKA DINARSASI
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: ISTANA DI KAKI LANGIT (4)
hm…menarik,can’t wait until next part.
heruchi’s last blog post..Indonesia Presidential Election 2009
Looks like interesting story. Nice, I like it.
Administrator Frelia’s last blog post..How To Improve Your Spoken English
@heruchi’ Just hang around,dear..the next one will be published soon
@Frelia, Nice comment too..looks like interesting visitor..LOL
ikut mampir dan baca2, :d
Stop Dreaming Start Action’s last blog post..Stop Dreaming Start Action menghadapi setiap masalah
wah seru nich, he he
@Stop Dreaming Start Action,makaci udah mampir
@Otto, Hehehehe..emberrr..seru
numpang baca ya……….
lagi refreshing nih……
penulisan jalan ceritanya bagus !
mengalir lepas dan teratur…
nie cerita nyata ya??
@Investasi, makaci udah mampir..
@Reverse Osmosis Indonesia, makacii dah mampir..
Numpang baca2 blognya ya