Related Posts:Search Engine VS DirectoryMenjaring Traffic Gratis – ‘Killer’ RisetMenjaring Traffic Gratis – Article MarketingDiindex Google dalam 1×24 jamLinkbait, Linkbaiting dan Traffic
Aku menatap anak itu dengan bingung. Aku tidak mengenalnya.
Remaja itu menggandeng tanganku sambil meninggalkan ketiga pemuda tadi yang hanya diam saja mengetahui ada orang lain. Meski aku tidak menoleh, aku bisa mendengar mereka berjalan menjauh sambil menggerutu.
Dalam hati aku bersyukur. Aku menoleh pada remaja di sebelahku yang sekarang sudah melepaskan gandengannya dari tanganku. Kami sudah mendekati gerbang sekolah, ketika tiba-tiba remaja tadi meninggalkan aku menuju arah lain.
“Hey, mau kemana?”
Dia menoleh, kemudian memberi isyarat dengan jarinya menunjuk ke suatu arah. Dia tersenyum tipis, dengan kerlingan mata yang menyiratkan kebandelan. Kemudian dia berlari menjauh. Aku hanya terdiam. Siapa anak itu? Kenapa dia tidak masuk ke sekolah kalau memang dia siswa di sini? Aku bahkan belum berbicara apapun padanya.
Sampai di ruang guru, setelah diperkenalkan oleh Bapak Raymond, sang kepala sekolah, kepada sebagian guru yang ada, aku ditempatkan di meja bersekat yang terletak di ruang administrasi dan BP. Aku mendapat pengarahan mengenai tugas yang harus kulakukan selama disini dan berada dibawah koordinasi Ibu Mutia, pimpinan administrasi dan konseling siswa.
Mendadak sehari penuh aku teserang demam dan grogi berat. Ruangan ber-AC tidak mampu membendung keringat dingin yang keluar dari wajah dan tubuhku. Aku benar-benar nervous, tapi sekaligus senang. Siapa yang tidak ingin bekerja di sekolah elit begini. Meski sekolah elit untuk anak-anak bermasalah.
Hampir jam dua aku baru keluar dari ruangan kerjaku. Sebenarnya aku tidak terlalu lapar, tapi Ibu Mutia sudah memaksaku untuk makan di kantin karena tadi aku tidak makan siang bareng guru yang lain. Aku celigukan mencari letak kantin. Bisa setengah jam kuhabiskan untuk mengitari sekolah yang besar ini hanya untuk mencari kantin. Mana tidak ada orang yang bisa kutanyai.
Di dekat taman belakang, aku melihat sesuatu bergerak di antara pohon dan pagar belakang. Aku memperhatikan lebih seksama. Ah, ternyata bukan sesuatu, tapi seseorang.
*cerita seru,ceritaonline by TYKA DINARSASI
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (3)
seru ceritanya