Pengen punya situs tapi bingung bikinnya? Pengen punya situs INSTANT? Klik sini!
 

// you’re reading...

Random Post

Hallo Dunia..aku datang!

Related Posts:Boost Your ‘Brain’ Memory!Diindex Google dalam 1×24 jamQuantum Ikhlas – Ikhlas tuh (ternyata) Optimis!Blogging dan Menghasilkan UangCerita Seru – KISAHKU (7)

SAGA

Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (6)

Aku berteduh sebentar di bawah gazebo di tengah halaman belakang. Sesekali aku celigukan mencari pak Ramlan. Aku mengusap rambutku yang tergerai sebahu, untuk mengeringkan air hujan yang menempel.
“Sore, Bu.”
Sebuah suara dari belakang mengagetkanku. Saga. Dia yang menyapaku.
“Sore juga. Kok belum pulang?” aku tersenyum semanis mungkin. Seketika aku teringat ucapan mbak Nissa tentang kenakalan Saga. Aku agak bersikap hati-hati.
Saga mengendikkan bahunya.
“Nanti. Ibu sendiri kok belum pulang?”
“Eh iya, ini lagi nyari pak Ramlan. Biasanya numpang sampai terminal.”
“Oh.” Saga menjawa singkat. Dia berdiri menjajariku, tapi padanganya lurus menatap ke depan. Gayanya sangat cuek. Aku mengagumi wajah tampan di sampingku ini dengan hidung yang mancung sempurna serta kulit cemerlang yang sedikit basah oleh air hujan.
“Saya Ranti. Kamu Saga, kan?”
“Iya.” Saga menoleh sebentar ke arahku, “Sepertinya Bu Ranti sudah sedikit tahu tentang saya.”
Aku kaget mendengar ucapannya.
“Ehm, yah, sedikit pengantar tentang kamu. Saya staf-nya ibu Mutia kan!”
Saga tersenyum acuh.
“Oh ya, teima kasih ya kamu sudah nolong saya dari pemuda-pemuda iseng pagi itu.”
Saga mengangguk sambil tersenyum kecil.
“Lain kali sebaiknya ibu jangan jalan sendirian. Di areal sekolah ini tidak terlalu aman.”
“Ehm, iya.” Yah, kalau ada teman jalan sih maunya ya jalan kaki rombongan, satu RT bila perlu. Lha ini boro-boro rombongan, satu gelintir orang aja nggak ada. Mana nggak ada kendaraan umum lagi. Udah bechek nggak ada ojheq! Hehehe…
Aku melihat pak Ramlan yang kucari-cari dari tadi muncul entah dari mana. Pria paruh baya itu melambai ke arahku.
“Ah, itu pak Ramlan.”
“Ok, Bu Ranti, sampai ketemu lagi. Ini Ibu pakai saja. Masih hujan.” Saga mengambil topi pet dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepadaku.
“Eh….” Aku berniat menolak, tapi melihat ekpresi serius Saga, aku tidak tega.
Aku mengambil topi itu dari tangannya. Dalam hati aku bingung, masa sudah bergaya feminin dengan blus dan rok kerja gini mesti pakai topi pet sih? Nggak matching banget kan?!
Sekejap kemudian dia berbalik dan pergi menembus gerimis sambil mengenakan tudung jacketnya. Gerakannya lincah menghilang dari pandanganku. Karena gerimis masih turun dengan riangnya, dan jarak antara gazebo tempatku dengan tempat pak Ramlan lumayan juga, serta areanya terbuka, mau tak mau kukenakan topi pet Saga sambil berlari kecil menuju tempat pak Ramlan
Begitulah pertemuan keduaku dengan Saga. Remaja siswa sekolah tempatku magang kerja, menarik, misterius tapi selalu membuatku ingin bertemu dengannya. Dia datang dan pergi begitu saja, seperti kata mbak Nissa. Semau gue!

*cerita seru,cerita online by TYKA DINARSASI

Related Blogs

  • Related Blogs on Cerita Seru
 Internet Marketing Indonesia

Discussion

No comments for “Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (6)”

If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (6)

Post a comment

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the answer to the math equation shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the equation.
Click to hear an audio file of the anti-spam equation

Comments links could be nofollow free.

Batik Keren Customer Service

Don't worry, no animals was harmed!

Cute Cats & Dogs

News Letter

Terima Artikel-Artikel Menarik Otomatis dan Gratis.

E-mail:

Categories

Tags