Related Posts:Hannah Montana The MovieMy lovely niece..TiaraSUMUT TVLink Building for Fun – Freelinkbuildingtools.comTV ONE
Aku tak mengira kalau aku akan medapat tugas berat medampingi bu Janet, atau biasa dipanggil madmoiselle Janet untuk membantu mengajar bahasa Perancis di kelas 2. Tugasku hanya menjaga kelas ketika para siswa harus mengerjakan tugas dari madmoiselle Janet, karena beliau ada tamu. Aku melihat Saga yang duduk di kursi paling belakang menatapku dengan senyum misterius.
“Ok, vous me donnez apres vous finissez!” Perintahku pada para siswa untuk segera menyerahkan tugas mereka setelah selesai. Bertepatan dengan bel pergantian kelas, semua siswa mengumpulkan tugas dan bergegas keluar kelas menuju kelas pelajaran lain. Tinggal Saga yang masih berkutetan dengan kertas jawabannya. Aneh, ini kan bahasa ayahnya, mestinya dia menguasai pelajaran ini.
“Ca y est?”
“Pas encore.” Saga menjawab tanpa mengangkat wajahya.
Aku berjalan ke kursinya. Dia menghentikan aktifitasnya. Kulihat semua soal sudah terjawab. Kenapa dia menjawab ‘belum’?
“Waktunya habis, Saga. C’est finis. Tu dois me le donner.” Aku meminta kertas jawaban Saga.
Saga menyerahkan kertasnya sambil berdiri. Jarak kami lumayan dekat. Saga memandangku. Aku langsung mundur dan berbalik menuju meja. Ketika aku akan keluar kelas, dia masih berdiri di tempatnya sambil memandangku.
“Au revoir, Saga.”
“Non, a bientot, madmoiselle Ranti.”
Saga tersenyum manis. Aku mengangguk dan bergegas meninggalkan kelas. Entah kenapa aku merasa aneh dengan sikap Saga. Kenapa dia tidak segera menyerahkan kertasnya padahal dia sudah selesai, belum lagi pandangannya kepadaku.
Sekilas aku melihat kertas hasil kerjanya tadi, tidak ada yang aneh, dia menjawab semua soal dengan baik malahan. Tapi aku terkejut ketika melihat gambar wajah perempuan yang cukup cantik dengan rambut sebahu di lembar kertasnya yang kedua. Entah gambar siapa maksudnya. Gambar itu dibuat dengan bolpen, jadi tidak mungkin untuk aku hapus. Akhirnya kuletakkan saja kertas-kertas kerja itu di meja madmoiselle Janet, sesuai permintaannya.
Sejak terakhir aku bertemu Saga di kelas bahasa Peracis beberapa hari lalu, aku tidak pernah melihat dia lagi. Bahkan dia tidak datang menemui ibu Mutia saat ada jadwal konselingnya kemarin. Terus terang aku selalu berharap bisa sering bertemu dengan Saga. Lucu memang, aku tidak pernah berharap bisa sering bertemu Pak Damon, guru Kimia yang keren itu, atau si imut Mr. James, guru bahasa Inggris siswa kelas 3, atau bahkan wakil kepala sekolah yang masih muda, indo dan tampan, Bapak Jeffry. Kenapa aku justru ingin bertemu Saga? Remaja 16 tahun yang misterius itu?
*cerita seru,cerita online by TYKA DINARSASI
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (7)
dimanakah kau berada saga ?
Saga-nya dah kelar mas..cuma segitu ceritanya..makaci dah mampir..kekekke