Related Posts:Cerita Online – Sang Rubah (17)Cerita Online – Sang Rubah (16)Cerita Online – Sang Rubah (18)Cerita Online – Sang Rubah (14)Cerita Online – Sang Rubah (20)
“Ibu suka coklat kan?”
Aku mengangguk.
“Wah, terima kasih ya. Dalam rangka apa nih?”
“Ehm, anggap saja sekarang kita teman. Ibu menawarkan diri menjadi teman bicaraku, aku menawarkan coklat sebagai persetujuanku. D’accord?”
“D’accord, Saga. Merci” aku menerima coklat dari Saga dengan wajah senang. Bukan karena coklatnya, tapi karena Saga mau menganggapku sebagai teman bicaranya. Suatu yang langka dan luar biasa untukku.
“Kamu punya darah Perancis?”
“Ayahku indo Perancis, ibuku asli Indonesia. Tapi kami warga negara Perancis.”
“Oooh.”
Aku mengangguk paham, sudah kuduga.
“Eh, aku lupa membawa topimu. Nanti….”
Saga hanya mengibaskan tangannya, aku urung melanjutkan kata-kataku.
“Ya udah, masuk kelas sana! Jangan suka membuat bingung para guru dan orang tuamu ya.”
Saga menatapku jenaka. Matanya menyiratkan senyum. Dia mengangguk samar.
“Ok, a bientot, madmoiselle Ranti.”
“A bientot, Saga. Merci pour le chocolat.”
Saga mengangguk, lalu beranjak pergi. Aku melanjutkan tujuanku menuju ke kantin untuk membeli makanan kecil.
Pagi ini aku merasa fresh dan senang. Entah kenapa, mungkin karena ada harapan akan bertemu kembali dengan Saga.
Setelah pelajaran pertama berakhir, aku melihat ibu Mutia berjalan beriringan dengan Saga menuju ruangannya. Ketika melintas di ruangan tempatku kerja, remaja itu memalingkan wajahnya melihat ke arahku. Sebuah senyum bandel dengan sorot mata jenaka membuatku tersenyum kecil.
“Bonjour, mademoiselle Ranti.” Sapanya. Lucu. Bahasa pengantar di sekolah ini adalah bahasa Inggris, tapi Saga selalu berbicara beberapa kata dalam bahasa Perancis atau bahasa Indonesia. Terutama kalau denganku.
Ibu Mutia menoleh, dia memperhatikan tapi diam saja. Tapi aku bisa melihat sorot heran di matanya.
“Bonjour, Saga.” Jawabku kalem.
Benar firasatku sepagian ini. Pantas saja aku merasa senang dari tadi.
Ketika makan siang, ibu Mutia mendekatiku.
“Sepertinya kamu sudah kenal Saga, Ranti?” Tanyanya.
“Eh, iya. Kebetulan saya sudah bertemu dengannya pada hari pertama saya di sini. Secara tidak langsung dia menyelamatkan saya dari beberapa pemuda yang iseng di jalan menuju kemari.”
*cerita seru,cerita remaja by TYKA DINARSASI
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (9)
It’s a very nice blog. Salam kenal ya mas…
Salam kenal juga,mba..makaci udah mampir
salam knal yach…..
Bagus ceritanya…
franchise’s last blog post..Kidea – Preschool & Kindergarten
Salam kenal juga mas..ikut lomba mas Pogung yah..hehehehe
makaci..makaci juga udah mampir
wah…..
menarik bngt critanya…
knp gk bikin novel aj…??
sapa tau aj laku keras truzz di filmin..
wah….
kaya mendadak tuh…
tp jangan lupa dirikuw yg udah kasih masukan
hehehehehe
Bisnis Online’s last blog post..Duluan Mana Motivasi Bisnis dan Penghasilan?
wah….
bgus banget tuh critanya
Peluang Usaha’s last blog post..Video Cara Membuat Toko Online
Pengen juga buat cerita kayak gitu
sederhana tapi penuh makna
salam kenal ya
jaya’s last blog post..Disatukan karena Sakit
Kekekeke..kalo ada kenalan produser mbok kita dikenalin gitu mas..jadi nolongnya sekalian..wakakakak..makaci dah mampir
makaci udah mampir mas
makaci udah mampir mas..salam kenal juga..kekeke
Berkunjung menjalin relasi