Related Posts:Cerita Online – Sang Rubah (17)Cerita Online – Sang Rubah (16)Cerita Online – Sang Rubah (15)Cerita Online – Sang Rubah (20)Cerita Online – Sang Rubah (14)
Pertanyaannya sebetulnya ingin menegaskan pada siapa para pejabat Inggris yang mendapat serangan itu bersekutu, karena banyak perbedaan dan pergolakan juga di tubuh parlemen sendiri. Sebagian menginginkan status quo. Sebagian yang lain memiliki konsep-konsep mereka sendiri. Tapi apa pun itu kelihatannya belum membawa perubahan seperti yang diinginkan oleh rakyat Irlandia Utara.
“ Anti pergolakan.”
George melebarkan matanya. Seperti juga yang lainnya, komisi yang anti pergolakan memang tidak disambut hangat oleh rakyat Irlandia. Mereka menganggap keberadaan mereka cuma untuk pengalihan perhatian dari masalah yang lebih penting. Sandiwara yang diharap bisa meredam aksi anti pemerintah. Yang membuatnya tertarik, bisa jadi pelakunya bukan para gerilyawan seperti yang dicurigai.
“ Apa tidak ada kemungkinan pendukung Bernadette Devlin atau oposan lain yang ingin mengambil keuntungan dan mengkambing hitamkan radikalisme IRA ?”
Bernadette Devlin adalah anggota parlemen muda yang langsung menjadi sorotan dengan haluan kerasnya yang bertujuan mendirikan Socialist Workers’ Republic di Irlandia utara.
Sam terdiam sesaat. Lalu menggeleng.
“ Entahlah.” Lalu tiba-tiba ia menegakkan tubuhnya sambil menggeliat kecil. Wajahnya menjadi cerah. “ Yang jelas bukan tugasku lagi mengumpulkan fakta diantara desingan peluru dan bom itu. Besok pagi aku bangun di kamar rumahku yang hangat di California dengan Jeanie di sisiku dan…”
“ Dan mulai menulis tentang pencemaran sungai atau berita kriminal jalanan,” potong George. Sam tertawa.
“ Yah, aku akan sangat kehilangan ketegangan yang mengasyikkan di sini. Kapan kamu akan memberi tahu istrimu bahwa Bos memintamu menetap agak lama di sini ?”
“ Nanti begitu tiba di hotel kembali.”
“ Dia akan kembali ke Amerika atau…?”
George menggeleng sambil tersenyum tipis.
“ Dia yang akan memutuskannya setelah kami bicarakan nanti. Kamu tahu kan tidak ada pendapat superior di antara kami.”
“ Ya, ya.” Sam tertawa geli. Ia mengenal karakter Caroline.
“ Tapi kamu sendiri bagaimana ? Sebab bisa jadi Bos memintamu tinggal di utara.”
George terdiam sesaat.
“ Aku lebih suka Caroline di sini. Tapi seandainya aku harus ke utara, ia akan kuminta untuk tetap tinggal di Dublin saja.”
Sam mendengus tak percaya.
Discussion
No comments for “Cerita Online – Sang Rubah (12)”
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Online – Sang Rubah (12)
Post a comment