Pusat Pembelajaran Internet Marketing Indonesia Terlengkap..Klik sini!
 

// you’re reading...

Random Post

Cerita Online – Sang Rubah (7)

Related Posts:Cerita Online – Sang Rubah (8)Cerita Online – Sang Rubah (10)Cerita Online – Sang Rubah (21)Cerita Online – Sang Rubah (6)Cerita Online – Sang Rubah (5)

Sang Rubah

Cerita Online – Sang Rubah (15)

Bagaimana pun kenyataan itu menakjubkannya, Jonathan tidak akan membuka mulutnya meski sepatah pun tentang si rubah. Itu resikonya sebagai pejuang, meskipun tugasnya cuma membawa ‘paket’ atau menjadi kurir untuk orang-orang pergerakan. Satu kata saja salah dan tertangkap oleh istri atau anaknya. Lalu mereka tak sengaja mengucapkannya juga pada orang lain. Akibatnya akan fatal, baik bagi keluarganya mau pun pejuang-pejuang itu.
Tiba-tiba Jonathan merasa mulutnya pahit. Di ujung tikungan di depannya ia melihat sekelompok orang berseragam memblokir jalan. Ada dua mobil lainnya tampaknya sedang diperiksa. Sebuah sedan dan sebuah lagi mobil bak kosong. Para pengemudinya dibawa ke dekat truk petugas untuk ditanyai. Jonathan menarik napas dalam-dalam berusaha tampak setenang mungkin.
Seorang petugas menyongsong ke tengah jalan dan melambai memerintahkan menepi. Sebelum mematikan mesin ia sempat melihat wajah petugas itu mengeras melihat rosario yang tergantung di kaitan dekat kaca spion.
“ Selamat malam, “ dia mencoba tenang dengan menyapa petugas yang memeriksanya. Petugas itu cuma mengangguk dengan mimik yang tetap angkuh.
“ Apa yang ada dalam truk anda ? “ petugas itu bertanya dengan nada kurang ramah. Jonathan tersenyum lalu merendengi langkah petugas yang menuju ke bak belakang kendaraannya.
“ Cuma sayuran yang tidak laku terjual, “ Jonathan menggaruk kepalanya. Memasang wajah penuh sesal, “ Sekarang agak susah menjual sayuran, ya ? “
Petugas itu tidak berkata apa-apa. Tapi tampak tidak mau begitu saja mempercayainya. Biasanya orang membawa sayuran masuk Londonderry, bukan sebaliknya.
Jonathan jadi tegang, tapi dia berusaha tetap tenang. Melihat petugas itu mengamati isi baknya. Lalu mengaduk-aduk dua karton yang bisa diraihnya, dipilih secara acak. Tidak ada ‘barang’ terlarang disana tentu saja. Tapi kalau orang itu mengambil karton demi karton dan membongkar dengan sungguh-sungguh ‘paket’ itu akan ditemukan. Sulit membayangkan apa yang akan terjadi kalau sudah begitu.
“ Sebagian sudah tidak begitu baik kualitasnya karena ini sisa pengiriman kemarin dan hari sebelumnya, tapi masih bisa dimasak.” Jonathan membuntuti di belakang petugas yang berkeliling memeriksa truknya. Seorang petugas lain mendekat membuat Jonathan merasa sakit perut tiba-tiba. Karena petugas yang baru datang membawa senapan panjang yang dilengkapi sangkur.
“ Kalau anda mau, silahkan saja ambil sekarton atau dua. “ Masih dengan gaya sok polosnya Jonathan menawari si petugas. Berusaha mengalihkan sebagian perhatian agar kosentrasi penggeledahan itu tidak sungguh-sungguh tertuju pada isi bak truknya. “ Ambil saja, tuan. Masih segar dan banyak macamnya. “ dia mulai menawarkan sayurannya secerewet kalau sedang berjualan. Ayo, ambilah…lalu biarkan aku lewat, dungu ! dia berkata dalam hati dengan gemas campur was-was. Petugas itu benar-benar membuatnya harus memutar otak.
“ Kenapa, Henry ? Dia akan memberimu sayuran buangan ? “ Petugas yang baru datang bertanya pada kawannya sambil tersenyum mengejek.
“ Bukan sayuran buangan, hanya tidak terjual. “
“ Siapa sudi makan sayuranmu. “ Gerutu petugas patroli yang pertama itu sambil berjalan menuju posnya.
“ Jadi saya sudah boleh lewat ? “ tanyanya berniat mengikuti si petugas menjauhi bak truknya, tapi ia menahan langkah menyadari petugas dengan sangkur itu yang kini mulai memeriksa bak truknya. Jonathan mendekatinya karena petugas pertama yang tidak banyak bicara itu berlalu tak menghiraukannya.
“ Tadi sudah diperiksa. Saya bisa lewat, Pak ?”
Petugas itu menatapnya dari bawah ke atas dengan sinar mata yang menyelidik. Jonathan tahu ini belum berakhir.

*cerita online,cerita seru

Related Blogs

 Internet Marketing Indonesia

Discussion

No comments for “Cerita Online – Sang Rubah (15)”

If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Online – Sang Rubah (15)

Post a comment

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the answer to the math equation shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the equation.
Click to hear an audio file of the anti-spam equation

Comments links could be nofollow free.

Batik Keren Customer Service

Don't worry, no animals was harmed!

Cute Cats & Dogs

News Letter

Terima Artikel-Artikel Menarik Otomatis dan Gratis.

E-mail:

Categories

Tags