Pengen punya situs tapi bingung bikinnya? Pengen punya situs INSTANT? Klik sini!
 

// you’re reading...

Random Post

Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (7)

Related Posts:Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (13)Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (9)Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (8)Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (11)Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (12)

Sang Rubah

Cerita Online – Sang Rubah (25)

“ Tidak mewah, tapi di sana penduduknya beragam, Katolik, Protestan, Prebystarian. Tetangga kalian orang-orang Inggris atau Irlandia modern. Di tepi jalan besar yang sering dilewati turis-turis asing. Belum pernah ada penggeledahan dan kurasa tidak akan ada.”
George ternganga. Jadi kalau tidak pernah ada penggeledahan daerah itu bisa disebut aman. Apakah perlu ditanyakan sudah atau belum pernah ada peledakan di sana ?
“ Hebat,” desisnya.
Bob tidak menyahut, memandangnya iri. George dan Caroline seperti pengantin baru abadi. Sementara dirinya bercerai setahun setelah pernikahan. Dan sampai saat ini hanya berganti-ganti pacar saja. Ia menyukai Caroline di hari pertama mengenalnya tetapi kali ini daya tariknya sama sekali tidak berfungsi. Itu membuatnya putus asa. Karena ia jelas-jelas merasa dirinya jauh lebih tampan dan menarik daripada George yang tidak bisa dandan. Kapan terakhir ia melihat George mengenakan kemeja selain warna krem ? Dan kenapa Caroline membiarkannya mengenakan dasi dengan motif yang mungkin sudah tidak dikeluarkan sejak duapuluh tahun terakhir.
“ Kapan kalian berangkat ke utara ?” tanya Bob ketika George meninggalkan ruangan dengan tumpukan berkas di pelukannya.
“ Besok,” Jawab George sambil menutup pintu.
“ Bagus,” kata Bob pelan, kembali sibuk meneliti copy rencana penerbitan berikut.
George berada di ruang rapat untuk mempelajari berkas-berkas itu selama lebih dari dua jam. Ternyata itu bukan cuma tentang si Rubah. Tepatnya aksi-aksi IRA atau yang diduga sebagai aksi mereka. Lalu munculnya teori tentang si Rubah yang sebenarnya dilontarkan oleh pihak keamanan pemerintah sendiri.
George hanya membaca sekilas klipping-klipping koran. Ia lebih tertarik pada berita-berita harian independen lokal atau selebaran yang dikeluarkan oleh berbagai pihak.
Ia membuat catatan kesimpulan dan ringkasan singkat untuk hal-hal yang belum disimpulkannya. Ia berhenti untuk merenungkan apa yang didapatnya. Ia merasa telah menemukan sesuatu tetapi tidak tahu apa itu. Yang jelas sesuatu tentang si Rubah.
Waktu makan siang ia menghentikan kesibukannya karena Bob menawarkan untuk makan bersama. Mereka membicarakan tugas baru George di utara nanti. Bob memberikan kebebasan padanya untuk menentukan topik apa yang akan diangkat selama itu mengenai situasi dalam negeri Republik Irlandia atau pun Irlandia utara yang dibawah pemerintahan Inggris. Berita-berita tentang itu sedang hangat di dunia luar.
Setelah itu dua kali menelpon ke hotel. Caroline belum kembali dari jalan-jalannya. George kembali mempelajari ringkasannya sebelum memutuskan untuk kembali ke hotel untuk bersiap. Tetap tidak ditemukannya apa yang mengganjal di perasaannya tentang si Rubah itu. Ia jadi tak sabar untuk cepat tiba di Belfast.
“ Aku tahu restauran dengan steik daging yang enak. Kujemput kalian di hotel jam tujuh ?” Bob merasa perlu mengadakan semacam jamuan selamat datang. Sebenarnya karena ada Caroline. Biasanya ia bahkan tidak begitu peduli George tinggal di hotel mana atau apakah ia makan atau tidak. Dan ia tahu George juga lebih suka gaya serabutan yang tidak formal. Tapi Caroline. Si kecil itu bisa protes dan menunjuk hidungnya kalau dianggapnya memperlakukan suaminya seenaknya.
“ Ok. Tapi kau tahu itu tidak akan merubah pandangan Caroline padamu.” George tersenyum. Bob mengangguk maklum.
“ Aku tahu.”
Caroline tidak begitu menyukainya. Mungkin karena gayanya. Mungkin juga karena karir Bob yang menanjak cepat karena kepandaiannya memanfaatkan peluang di pusat. Caroline yakin kalau saja George mau sedikit berambisi mungkin ia sudah memimpin sebuah cabang atau memiliki kantor berita sendiri.  Tapi begitulah George-nya. Lebih suka berkutetan dengan lumpur daripada duduk di belakang meja.

*cerita online,cerita seru

Related Blogs

 Internet Marketing Indonesia

Discussion

No comments for “Cerita Online – Sang Rubah (25)”

If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Online – Sang Rubah (25)

Post a comment

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the answer to the math equation shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the equation.
Click to hear an audio file of the anti-spam equation

Comments links could be nofollow free.

Batik Keren Customer Service

Don't worry, no animals was harmed!

Cute Cats in Dress

News Letter

Terima Artikel-Artikel Menarik Otomatis dan Gratis.

E-mail:

Categories

Tags