Related Posts:Membangun Kebiasaan dan Karakter – 2Membangun Kebiasaan dan Karakter – 5Membangun Kebiasaan dan Karakter – 6Membangun Kebiasaan dan Karakter – 3Membangun Kebiasaan dan Karakter – 4
Malamnya pukul tujuh tepat Bob sudah menunggu di lobby. Ia tersenyum lebar dan menanggalkan sebentar gaya sok tahunya. Beberapa kali ia bertemu dengan istri si wartawan senior itu dan paham lebih baik berlaku merendah berhadapan dengannya.
Caroline sendiri bersikap manis malam itu. Suasana hatinya sedang bagus. Jalan-jalannya keliling kota hari itu memberinya banyak inspirasi. Ia bahkan sudah mulai membuat kerangka untuk ceritanya nanti. Kenyataan keberangkatan mereka ke utara besok pagi juga membuatnya bersemangat. Ia sudah membaca tentang reruntuhan kastil Dunluce yang dibangun secara dramatis di tebing laut oleh Earl of Ulster. Tepat menghadap ke hamparan air dan cakrawala. Sungguh romantis. Ia sudah menjadwalkan untuk mengunjungi kastil itu begitu tiba di utara.
Walaupun segalanya berjalan lancar dan menyenangkan, tetapi George dan Caroline memutuskan tidak berlama-lama mengobrol dalam makan malam itu. Mereka belum melakukan persiapan apapun untuk keberangkatan ke Utara. Bob berjanji membantu mereka menguruskan tiket kereta.
“ Hebat juga makan malam tadi.” George membuka pembicaraan dalam taksi yang membawa mereka kembali ke hotel. Caroline berpaling. Sinar matanya menyelidik.
“ Makan malam dengan Bob ? “
“ Ya. Kalian bisa begitu akur dan cocok. “
“ Oh, itu. “ Senyum cerdik Caroline mengembang, “ Lokasi-lokasi yang kau sarankan untuk kukunjungi. Kau benar sayang, tempat-tempat itu sangat romantis. Aku langsung jatuh hati. Tidak ada tempat dalam pikiranku untuk Bob. Lagipula dia sangat manis malam ini. “
“ Padahal aku menunggu saat-saat wajah Bob memerah mendengar komentarmu. “
Caroline memukul bahu suaminya manja.
“ Aku tidak sejahat itu. “
George tertawa kecil.
“ Dan Bob sangat baik malam ini. Lihatlah dia bahkan menawarkan diri mencarikan tiket kereta buat kita. “
“ Baguslah. Semoga saja dia bisa berubah seperti itu selamanya. “
George tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Nada suara Caroline terdengar penuh kemenangan. Itu sisi kanak-kanaknya yang menggemaskan.
Keduanya terdiam setelah itu.
Caroline lalu merebahkan kepalanya di bahu suaminya. George merapatkan wajahnya ke puncak kepala istrinya. Merasakan kehangatan dalam hatinya dan sekaligus juga kecemasannya. Banyak hal membuatnya terus berpikir akhir-akhir ini. Bukan cuma soal perjalanan ke Utara yang situasinya lebih panas, atau soal kelainannya yang membuatnya tidak mungkin punya anak. Tapi ada hal-hal lain juga.
Hampir pukul sembilan mereka sudah tiba kembali di hotel. Sengaja tidak melakukan apapun dan tidur sebelum larut karena Caroline merasa harus cukup istirahat untuk perjalanan berkereta besok. Persiapan lain bisa dilakukan pagi-pagi sekali.
Tak satu pun dari mereka menyadari apa yang menunggu di utara nanti. Petualangan dan perjalanan nasib yang akan membawa perubahan besar dalam kehidupan cinta dan cita-cita mereka.
–
Belfast, Irlandia Utara.
Lorong-lorong di belakang jalan-jalan utama daerah Selatan adalah labirin yang menyesatkan. Di daerah itu penduduknya sebagian besar adalah masyarakat asli Irlandia, sebagian malahan sudah turun temurun tinggal disana. Lorong-lorong di sekitar tempat itu berbau lumut karena lembab dan letaknya ada di balik julangan dinding bangunan-bangunan pertokoan dan perumahan. Matahari jarang-jarang menyentuh tanahnya sehingga selalu lembab. Lorong-lorong itu adalah jalan sempit yang cuma muat satu orang pejalan kaki. Bercabang-cabang dan bisa mencapai jalanan utama manapun. Jalanannya terbuat dari campuran aspal dan batu-batu bulat yang dibiarkan bertonjolan sedikit.
*cerita online,cerita seru
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Online – Sang Rubah (26)
wah,,..bisa jadi teman tidur nih….hehehe
tiyo’s last blog post..elec_mechanical explain about CodeVision AVR
Hihihihi..makaci udah mampir, mas Tyo..
Ceritanya bikin sendiri yah? bakat jadi penulis nih
Outdoor umbrellas australian’s last blog post..Outdoor blinds /tv-ad
Huehuehee..iya mas, bikin ndiri,,makaci udah mampir..