Hosting Murah! Mulai dari 3000 perak sebulan..daftar di sini!
 

// you’re reading...

Random Post

Internet Marketing Indonesia – Adsense (4)

Banyak pelaku Internet Marketing Indonesia menggunakan Adsense sebagai salah satu andalan untuk menghasilkan uang melalui situs-situs dan atau Blog mereka. Adsense sangat bagus untuk hal ini karena pada dasarnya Adsense mengijinkan pemilik situs dan Blog ‘menjual’ ruang iklan di situs dan Blog mereka untuk menampilkan iklan tanpa para pemilik tersebut harus mencari sendiri para pengiklannya

Sang Rubah

Cerita Online – Sang Rubah (32)

Dua tempat yang disebut terdahulu tidak memberikan arti apa-apa. Jalan yang ke tengah kota adalah deretan pemukiman dan kantung-kantung warga keturunan Inggris. Yang ke setasiun kereta adalah daerah industri yang ramai. St.Patrick lebih mengesankan.
Di daerah itu ada bekas pabrik minuman yang sudah runtuh. Pemiliknya dulu orang Irlandia asli yang sudah bangkrut dan meninggalkan saja tanahnya untuk migrasi ke Republik. Runtuhan pabrik itu sudah ditumbuhi rumput-rumput liar sekarang. Sudah lama tidak ada orang yang lewat di sana. Ibu-ibu melarang anak-anak yang lebih kecil bermain di sana karena banyak pecahan besi berkarat dan kaca-kaca yang berbahaya. Dan itu adalah jalan buntu kecuali mereka akan berenang di sungai dibelakangnya yang tembus ke sungai Lagan.
“ Biarkan dia pergi. Mungkin dia akan membelokkan arah tujuannya untuk mengelabui. Biarkan saja. Kita ambil jalan tembusan lain ke St.Patrick. Panggil bantuan.” Martin memberikan perintah.
“ Mengapa tidak kita tangkap saja anak itu dan menanyainya di kantor ?”
“ Dan melepas kemungkinan tangkapan yang lebih besar di St.Patrick ?” sela Martin datar.” Ikuti saja kata-kataku.”
“ Kita harus kembali ke jalan tadi.”
“ Lakukan.”
Luke menghentikan mobil. Lalu mundur pelan karena tidak mungkin berbalik di jalan sesempit itu. Sementara sebelah tangannya bergerak menarik mikrofon radio komunikasinya.
Herald menoleh lagi dengan wajah heran yang sebenarnya sekarang. Di dalam hati bertanya-tanya apa yang terjadi. Mungkin orang-orang dalam mobil bagus itu merasa tidak yakin mencurigai dirinya dan berniat mundur. Atau mereka punya rencana lain.
Di ujung gang Herald mengambil belokan ke kanan sebagai ganti ke kiri. Memutar lebih jauh lagi. Tidak apa. Memperkecil resiko.
Herald mengusap keringat di dahinya. Jaket yang dikenakannya terasa dua kali lebih berat sekarang. Di sebuah tikungan deruman kendaraan membuatnya waspada. Tapi itu cuma sebuah mobil moris tua.
Dia mencurigai setiap kendaraan yang melintas di belakang atau sampingnya. Tapi sudah hampir satu jam berjalan berputar-putar ia merasa yakin tidak ada yang mengikutinya. Mungkin benar pengendara mobil bagus tadi memutuskan mundur. Atau mungkin malah dia sendiri yang terlalu khawatir. Bisa jadi mereka cuma orang-orang yang salah jalan dan memutuskan kembali ke jalan asal. Kacanya cukup gelap sehingga sulit melihat ke dalam, tapi bukan berarti itu pasti mobil pemerintah kan. Orang-orang Inggris yang kaya selalu memakai kaca gelap.
Herald memutuskan kembali ke jalur. Sadar dirinya pasti sudah ditunggu oleh rekan-rekan yang akan dijumpainya. Dia berjanji akan tiba di sana sebelum pukul sebelas. Dia sudah membuang waktu cukup lama.
Melewati gang-gang kecil dan jalan pintas dengan sesekali menerobos pekarangan orang untuk menghemat waktu Herald mencapai tempat tujuannya dalam limabelas menit.
Runtuhan bekas pabrik itu sepi. Jantungnya berdenyut cepat lagi. Meskipun kepalanya menenangkan dengan pikiran bahwa tempat itu selalu sepi sepanjang waktu. Tempatnya terlalu seram untuk bermain anak-anak. Dindingnya bisa roboh sewaktu-waktu. Dan tidak ada jalan tembusan yang memungkinkan orang lewat sini.
Pukul sebelas lewat sedikit. Mereka pasti sudah menunggu di sungai kecil di belakang tembok pabrik.
Herald menggendong saja bolanya memasuki halaman pabrik kosong itu. Tidak mungkin memantulkan bola di situ. Rumput liarnya tinggi-tinggi. Dan dia harus berhati-hati dengan langkahnya jangan sampai menginjak paku atau besi tajam yang banyak berserakan.
Dia menyanyi agak keras. Potongan lagu pop Beatles, grup Inggris yang diam-diam dia juga suka lagu-lagu mereka. Itu disengajanya untuk mendapat reaksi dari kawan-kawan yang sudah menunggunya.
Aneh tidak ada sahutan. Dia melangkah makin dalam melewati ruangan-ruangan besar pabrik yang kosong dengan dinding yang mulai berlubang-lubang runtuh disana sini. Terus ke bagian samping bangunan. Masuk ke gang kecil yang hanya cukup untuk satu orang menembus ke bagian belakang. Dia memonyongkan mulutnya dan mulai bersiul keras-keras. Kedengarannya seperti orang iseng. Tidak ada sahutan. Dia mulai merasa aneh. Rasa khawatir yang sejak tadi memang mengganggunya datang lagi.
Dia ragu antara meneruskan atau balik saja. Tapi tembok belakang cuma tinggal beberapa puluh meter lagi. Akhirnya dia meneruskan kali ini tanpa bersuara, bahkan langkah kakinya. Telinganya menajam mendengarkan setiap bunyi mencurigakan yang akan cukup untuk membuatnya berbalik dan kabur.
Tidak ada bunyi apa-apa. Sehingga ia tiba ditembok belakang. Dia mulai bertanya-tanya apakah ada pembatalan rencana.
“ Hoy…?” dicobanya sekali lagi. Tetap tak ada sahutan. Atau ada yang menghambat mereka sehingga belum datang.

*cerita online,cerita seru

Related Blogs


 Internet Marketing Indonesia

Discussion

No comments for “Cerita Online – Sang Rubah (32)”

If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Online – Sang Rubah (32)

Post a comment

CommentLuv badge

Comments links could be nofollow free.

Batik Keren Customer Service

Don't worry, no animals was harmed!

Cute Cats & Dogs

News Letter

Terima Artikel-Artikel Menarik Otomatis dan Gratis.

E-mail:

Categories

Tags