Related Posts:Metro TVThe Final Countdown – EuropeSearch Engine Optimization tutorialRepublik Cinta TVAntara Aku,Kau dan Bekas Pacarmu
George mengangguk-angguk.
“ Kekerasan dilawan kekerasan. Sulit menilai keduanya, Caroline. Karena itu tidak pernah habis-habis kisah yang digali dari sini. Seharusnya menjadi contoh bagi yang lain untuk lebih mengutamakan perdamaian dan jalan tengah.”
“ Ya.” Caroline lalu tersenyum.” Kata-kata yang bagus, George. Itu bisa jadi tema cerita yang akan kutulis. Kisah roman di tengah peperangan bangsa Irlandia.”
“ Oh ya ? Tokoh utamanya seorang pria Amerika tampan bernama George Barkley…atau Barney. Atau Nicholson ? Yang terakhir terdengar lebih keren ya ?”
Caroline terbahak.
“ Ngawur !” Dikibaskannya tangannya di depan wajah suaminya yang masih memasang tampang berpikir keras. “ Tokoh utamaku selalu wanita. Aku belum memikirkan namanya.”
“ Hmm. Asal jangan Caroline saja.” George berbisik menggoda sambil mendekatkan wajahnya ke Caroline. Caroline tersenyum.
“ Oh ya ? Kenapa ?”
“ Karena seperti biasa dia pasti akan bertemu pria tampan dalam perjalanan petualangannya. Lalu jatuh cinta dan akhirnya menikah.”
“ Bagus kan ? Klasik dan aktual sepanjang masa.”
“ Iya. Kalau ia menikah dengan seorang George siapa kek. Tapi kalau dengan pria lain. Aku bisa sakit hati.”
“ Begitukah ?” Caroline menatap mata biru suaminya yang juga memandangnya penuh perasaan. Merasa tersanjung ia merapatkan dirinya, mendongak sehingga hidungnya menyentuh dagu George. Kelopak matanya berkedip lambat ketika aroma aftershave yang maskulin melenakannya. Ia merasa lebih nyaman dan aman. Dihelanya napas lebih dalam menghirup aroma laki-laki yang terpancar dari kulit tubuh suaminya. Bibirnya setengah terbuka membentuk senyum tipis kelegaan. Ekspresi yang tanpa disadarinya telah membangkitkan gairah George.
George menunduk menciumnya lembut di ujung hidungnya. Caroline menggumam pelan. Suara yang makin membuat George merasa tak ingin berhenti. Ia menunduk lebih dalam mengusap bibir Caroline dengan bibirnya. Sekali. Dua kali. Sentuhan ringan tetapi lembut dan lama.
“ Aku juga mencintaimu,” bisik Caroline bersama hembusan napasnya. Senang, tapi sadar tatapan sopir taksi yang ingin tahu lewat spion. Lalu ia menarik dirinya menjauh dan menjadi serius lagi. “ Ok. Sekarang jawab pertanyaanku tadi.”
George mengernyit.
“ Apa mereka masih beraksi di Dublin ? Para gerilyawan itu ?” Ulang Caroline, mengganti istilah teroris.
*cerita online, cerita seru
Discussion
No comments for “Cerita Online – Sang Rubah (8)”
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Online – Sang Rubah (8)
Post a comment