Related Posts:Menjaring Traffic Gratis – Forum MarketingMenjaring Traffic Gratis – Yahoo AnswerMenjaring Traffic Gratis – Mybloglog MarketingPeringkat Situs di Mata Search EngineMenjaring Traffic Gratis – Blog Commenting
“ Ya ampun, masih ingat,” keluh George sambil menegakkan punggungnya. Caroline tersenyum geli.
“ Untuk itu aku di sini sekarang, sayang. Beberapa aksi terekam sejak awal tahun tapi jangan khawatir. Kita tidak sedang berada di Irlandia utara. Di sana pertentangan jauh lebih keras.” George menyandarkan dirinya. Caroline memperhatikan.
Irlandia Utara adalah bagian dari tanah Irlandia yang terpisah dari Republik ini. Ia berada di bawah pemerintahan monarki Inggris. Meskipun sudah banyak orang Inggris tinggal di sana, penduduk asli tanah Irlandia Utara yang merasa mengalami pembedaan dalam beberapa bidang sosial masih sering melakukan penentangan. Beberapa gerakan bawah tanah yang terkenal memiliki pusat jaringan di sana. Mereka masih melakukan pemberontakan-pemberontakan kecil yang oleh pemerintah Inggris dan dunia dikenal sebagai gerakan terorisme dari Eropa itu. Caroline tahu tempat itu adalah sumber berita yang baik bagi seorang wartawan ketimbang di Republik sini. Dan George pasti sangat menginginkan berada di sana saat ini.
“ Kamu ingin ke sana kan ?”
George mengerling dengan sebelah alis terangkat.
“ Siapa bilang ? Aku ingin di sini dengan istriku yang cerewet dan tidak bisa memasak.”
Caroline tertawa, menyandarkan kepalanya ke bahu George. Ia tahu pasti George bisa saja meninggalkannya di kota ini nanti kalau muncul peristiwa-peristiwa baru di Belfast. George memang sangat mencintainya dan akan melakukan apa saja keinginannya untuk membuatnya senang. Tapi kalau soal pekerjaan. Jangan pernah memintanya memilih.
Sam Rupert sudah menunggu di lobby hotel ketika mereka tiba. Ia seorang pria muda pertengahan tigapuluhan dengan wajah sama sekali tidak serius. Matanya lebar dengan alis yang tinggi sehingga mukanya kelihatan lucu. Dengan perawakan tinggi, kurus dan rambut pirang ikal yang seperti selalu acak-acakan Sam tampak seperti mahasiswa yang tidak pernah lulus.
“ Caroline “, Sapanya akrab sembari mencium pipi istri rekannya itu tanpa canggung. Mereka sudah cukup lama saling mengenal. George menjabat tangannya kemudian.
“ Aku membawa Caroline berputar-putar dulu. Dia belum pernah ke Dublin.“ George menjelaskan keterlambatan mereka.
“ Disini banyak yang menarik, tapi jangan pernah keluar sendirian tanpa seorang kenalan ? “
Caroline menatap Sam dengan mimiknya yang berubah ingin tahu
*cerita online, cerita seru
Discussion
No comments for “Cerita Online – Sang Rubah (9)”
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Online – Sang Rubah (9)
Post a comment