Related Posts:Cerita Online – Sang Rubah (7)Cerita Online – Sang Rubah (8)Cerita Online – Sang Rubah (21)Cerita Online – Sang Rubah (13)Cerita Online – Sang Rubah (5)
Dan ketika sirine ambulan dan pemadam kebakaran terdengar sayup-sayup kemudian, mereka berdua sudah menghilang ditelan lorong-lorong sempit Derry.
Tak ada yang tahu, dialah Si Rubah. Orang paling populer dalam gerakan bawah tanah Irlandia, IRA. Teroris bagi lawan-lawannya, pahlawan bagi sebagian orang yang memuja sosok misteriusnya. Orang yang paling dicari agen-agen Inggris.
–
Dublin, Irlandia wilayah Republik. Hari yang sama menjelang sore.
Caroline melangkah cepat sambil sibuk merapatkan mantel dinginnya yang berlapis-lapis. Ia adalah seorang wanita yang menarik diawal tigapuluhan. Perawakannya yang ramping dan mungil membuatnya tampak jauh lebih muda dari usianya. Terlebih lagi ia tidak suka membubuhkan make up di wajahnya. Kulitnya yang kecoklatan hasil dari kebiasaannya berjemur nampak berkilat dan segar dengan sapuan bedak tipis dan pemerah bibir berwarna netral. Matanya coklat pekat bersinar cerdik kekanakan hanya dibingkai dengan garis pensil hitam. Rambutnya gelap bergelombang besar diikat tinggi dan tersembunyi di balik topi baret kotak-kotak biru hitam yang terbuat dari bahan yang sama dengan mantel panjangnya. Sungguh wanita yang menarik. Penampilannya tampak menonjol dibandingkan wanita-wanita Inggris dan Irlandia yang berbusana lebih konvensional di sekelilingnya.
Di sampingnya George Waters, suaminya, menjajari dengan langkah lebar sambil mendorong kereta yang berisi kopor dan tas-tas besar.
George bertubuh jangkung dengan rambut pendek coklat muda. Mata birunya cemerlang dan memantulkan kepribadiannya yang terbuka dan jenaka. Wajahnya menarik karena sepasang mata dengan karakter yang kuat dan garis bibir yang tampak seperti selalu tersenyum.
Keluar dari lobby airport mereka mengambil sebuah taksi diantara antrean yang menunggu. George tampak tenang dan menikmati perjalanannya. Sementara Caroline terus menggerutu tentang udara yang dingin. Ia lahir di Los Angeles. Dan selama hidupnya tidak pernah meninggalkan kota itu kecuali liburan ke pantai Miami di Florida. Cuaca kelabu dan udara musim yang dingin dan lembab di Dublin benar-benar mengejutkan tubuhnya yang terbiasa dengan suhu yang lebih kering dan hangat.
George kelihatan lebih siap dengan perbedaan iklim maupun situasi di sekelilingnya. Sudah sering ia melakukan perjalanan ke negara bagian lain di Amerika. Ia bahkan sudah beberapa kali ke Eropa untuk tugas. Ia seorang reporter senior di usianya yang empatpuluh dua.
Kedatangannya ke Dublin kali ini untuk menggantikan Sam Rupert, rekannya yang harus kembali ke Amerika. Penugasan tanpa jangka waktu yang tetap membuatnya memutuskan untuk membawa serta istrinya, Caroline.
**cerita online, cerita seru
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Online – Sang Rubah (5)
wah tambah seru aja nih cerita sang rubah.. next ah ke bagian 6…
pemadam recently posted..VIDEO: Api Besar Kebakaran Gudang Oli di Pluit, Pemadam Kesulitan Memadamkan Api