Related Posts:Cerita Seru – NICK, GO HOME….(3)Cerita Seru – NICK, GO HOME….(2)Cerita Seru – NICK, GO HOME….Heart Of Steel – ManowarOtherside (Live at Slane Castle) – RHCP
“Kapan belinya? Nih pilih salah satu, mendingan jahit aja di Butik ini. Ntar kalo mepet nggak keburu lho. Artis banyak lho yang ngantri minta dibikinin baju di situ. Belum lagi kalau ada selebriti mau nikah.”
Tyas memainkan bibirnya dengan ekspresi malas.
“Lo kenapa sih, Yas?”
“Nggak kenapa-napa. Gue cuma bingung. Pesta ntar gue pergi sama siapa? Dua minggu lalu kan gue baru putus dari Donni.”
“Lo pikir gue juga punya pacar sekarang? Tyas sayang, siapa sih yang nggak mau pergi sama kita ke pesta Valentine nanti? Tenang aja, satu dua minggu ini pasti ada yang mengajak kita menjadi Valentine Girl-nya. Pilih salah satu, selesai.”
“Tapi kan itu berarti cuma sebagai pasangan, bukan pacar.” Protes Tyas.
“Yah, jadiin aja mereka pacar sementara, pesta selesai, putusin. Siapa juga yang tau? Ini kan cuma siasat untuk ngerjain si kembar aja.”
Tyas sebenarnya tidak setuju dengan ide Lana, tapi dia diam saja.
“Lo dapet salam dari Dante tuh.”
Lana berlagak tidak mendengar omongan Tyas.
“Kalo ntar Dante nembak lo dan ngajakin lo ke pesta, gimana?”
“Kalau masih ada pilihan lain, mending yang lain aja deh.” Lana menjawab santai sambil kembali membuka-buka deretan gambar gaun pesta berharga mahal itu.
“Udah lama dia sering merhatiin lo. Dante lumayan kok.”
Lana mengangkat wajahnya dari katalog.
“Lumayan culun maksudnya? Masih banyak cowok lain yang lebih keren dan lebih kaya dari dia, dan mereka mengagumi gue. Kenapa juga milih Dante?”
Ekspresi Lana yang berubah jutek membuat Tyas lebih memilih diam saja tidak meneruskan topik tentang Dante.
***
Danika menatap telapak tangannya yang merah dan terasa perih. Wajahnya mengernyit menahan pedih ketika dia mencuci tangannya tadi. Danika tidak mau Dante tahu tangannya lecet-lecet, lagi pula kalau tidak segera diobati bisa lama sembuhnya dan itu artinya akan menghambat latihannya dan sama artinya itu bisa memupuskan niatnya mendekati si indo itu. Danika celingukan mencari kotak P3K di lacinya, tapi dia segera teringat kalau kotak itu pernah diambil Dante dan tidak dikembalikan.
“Danteee!”
Dante tidak menjawab padahal dia ada di kamarnya yang letaknya bersebelahan dengan kamar Danika. Danika terpaksa mendatangi kamar Dante.
“Dan, kotak obat dimana?”
Seperti biasa, tanpa perlu mengetuk pintu dulu Danika langsung masuk ke kamar Dante. Dante terlihat sedang merapikan bantal. Tapi bantal itu tidak di letakkan di kepala kasur, melainkan agak ke tengah. Sesaat Danika seperti melihat Dante gugup ketika merapikan bantalnya. Ada sebuah buku rumus matematika yang masih terlihat baru, tergeletak di atas kasur.
“Lo nggak denger gue panggil?”
“Denger, gue lagi males ngejawab aja.”
“Rese. Kotak obat mana?”
“Tuh, di laci bawah meja gue. Siapa yang luka?”
“Gue. Tangan gue luka.” Danika bersikap seolah tangannya tidak apa-apa sehingga tidak menarik perhatian Dante. Paling-paling Dante akan mengira hanya luka kecil.
*Cerita Remaja,Cerita Seru,Fiksi,Novel by TYKA DINARSASI
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Seru – VALENTINE SI KEMBAR (Cinta Bikin Gubrak!) – 12
seru banget ceritanya
Very good post, but the question is bothering me that your assertion is correct?