Related Posts:Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (11)Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (9)Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (8)Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (7)Cerita Seru – Remaja ITU Bernama SAGA (6)
“Sebenernya ada apa sih kok lo tiba-tiba serius kepingin bisa basket?”
Devon yang rupanya sangat penasaran dengan tingkah Danika, kembali mendesak sahabatnya untuk memberitahukan motivasi sesungguhnya di balik keinginannya yang sangat gigih untuk menguasai Basket.
“Lo taruhan sama temen ya? Ayolah, mungkin gue bisa bantu lebih banyak kalau gue tahu apa yang lo inginkan sebenernya.” Duh, bahasanya Devon!
Danika menatap Devon ragu.
“Udah cerita aja. Janji gue nggak bilang ke Dante. Kalo lo nggak cerita malah gue curigation terus nih…”
Devon nyengir sambil mengerling bandel.
Danika masih bungkam, masih agak ragu untuk jujur pada Devon.
“Ah, atau jangan-jangan….karena cowok nih.” Devon menatap Danika dengan tatapan menyelidik. Danika langsung nyengir.
“I know you and Dante so well, girl!” Devon tersenyum bangga.
“Iya….hehehe….gue naksir cowok yang tempo hari main basket di blok sebelah. Waktu kita naik sepeda. Tau nggak?“
Devon berusaha mengingat.
“Enggak tuh. Ooo, jangan-jangan itu yang bikin kamu jungkir balik dari sepeda, ya?”
Danika mencibir, tapi tak urung wajahnya tersipu karena Devon bisa menebak dengan jitu.
“Gue pengen bisa kenal dia. Kali aja bisa gue bawa Valentine ntar.” Bungkusan kaleee, dibawa!
“Lo mesti bantuin gue!” Danika mengerling jenaka ke Devon. Devon manggut-manggut.
“Itu toh masalahnya. Nggak usah lo minta juga pasti gue bantuin. Oke, besok sore kita ke sana. Mugkin dia ada.”
“Hah?? Besok sore? Gue kan belum bener-bener bisa. Gue bisa mempermalukan diri gue sendiri ntar.”
“Danika kupret, pe-de aja lagi. Kan ada gue yang akan nge-back up lo, oke? Lagian mau kapan lagi PDKT-nya? Menjelang hari H-Valentine?”
Akhirnya Danika mengangguk meski masih ragu.
“Udah, santai aja, lo pasti bisa kok.” Devon menepuk bahu Danika pelan.
“Tapi ada satu hal yang perlu dilakukan supaya cowok itu nggak langsung mendapat kesan bahwa lo mau ngedeketin dia. Semoga aja rencana gue ini berhasil.”
“Rencana apaan?” Danika mendekat ke Devon dan memelankan suaranya seolah yang mereka bicarakan begitu rahasia dan tidak boleh didengar oleh siapa pun.
“Besok juga lo tahu. Sebelum kita ketemu mereka. Kalau gue kasi tau sekarang, lo bakal ngedebat gue. Oke?”
“Ih, janji deh gue nggak bakal ngedebat. Kasih tau sekarang aja!”
Devon menggeleng sambil membuat gerakan mengunci bibirnya. Danika manyun.
Devon nyengir sambil mengerling penuh misteri. Dilemparkannya bola basket itu ke Danika yang masih menatapnya dengan penasaran. Danika menangkap bola dengan sigap.
Sebenarnya dia ingin sekali memaksa Devon mengatakannya sekarang sehingga dia bisa mempersiapkan segala kemungkinan yang menjadi efek samping dari ide Devon. Tapi dia memutuskan untuk bersabar menunggu besok, karena kalau dia mengetahuinya sekarang dan tidak menyukai ide Devon, maka urusan akan panjang dan mereka akan menghabiskan sisa sore dengan berdebat, sedangkan saat ini tiap detik adalah berharga baginya. Apa pun ide Devon, dia harus siap menjalankannya, dia tahu Devon tidak akan menjerumuskannya. Tapi masalahnya, Devon itu penuh kejutan, atau tepatnya……..penuh dengan ide gila!
Danika baru saja pulang. Ia berjalan melintasi kamar Dante yang terbuka. Dia melongok ke dalam. Kembarannya itu sedang menghadap meja belajarnya dengan kepala agak menunduk, sepertinya sedang mengerjakan sesuatu atau mungkin membaca sesuatu.
Danika menghampiri dan melongok dari balik bahu Dante untuk mengetahui apa yang sedang dibacanya. Apakah buku berisi “Jurus Jitu Menarik Hati si Dia” kah? Danika tersenyum sendiri mengingat bahwa kembarannya itu membaca buku seperti itu.
*Cerita Remaja,Cerita Seru,Fiksi,Novel by TYKA DINARSASI
Discussion
No comments for “Cerita Seru – VALENTINE SI KEMBAR (Cinta Bikin Gubrak!) – 15”
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Seru – VALENTINE SI KEMBAR (Cinta Bikin Gubrak!) – 15
Post a comment