Related Posts:Cerita Seru – Sang Primadona (3)Cerita Seru – Sang PrimadonaCerita Seru – Sang Primadona (4)Cerita Seru – KING OF RULES (2)Cerita Seru – KING OF RULES (3)
Danika sedang menyuap baksonya ketika Dante datang dari arah belakangnya sambil menepuk keras pungungnya.
“Nik!”
Danika tersentak kaget. Untung bakso di tangannya belum masuk mulut, tapi jadinya malah terpental dari sendok dan menggelinding entah kemana. Yah, bakso terakhir gue….Danika manyun sebal.
“Ya ampun, Dan, apa sih? Lo pengen gue kesedak bakso?” Danika melotot antara kesal dan kaget.
“Ini gawat, Nik!”
“Apanya yang gawat? Kalo gue kesedak bakso masuk gawat darurat, itu baru gawat!”
Dante cuma nyengir. Dengan cueknya dia malah mendorong Danika supaya bergeser sehingga dia bisa duduk.
“Tunggu sampai lo liat ini. Cepetan lo baca! Dari temen sekelas gue, Rasti. Lo tau kan orangnya?” Dante menyerahkan sebuah amplop berwarna pink bertuliskan nama Danika.
Kembarannya itu menatap Dante sambil mengernyit. Apa sih yang membuat Dante begitu panik sehingga tidak memperdulikan keselamatan kembarannya sendiri? Danika menyadari bahwa ekspresi Dante begitu tegangnya. Wajahnya agak memerah karena habis berlari dan mungkin juga karena ketegangan yang dialaminya.
“Apaan sih ini? Jadi gara-gara kartu kecil warna pink ini yang bikin lo panik gitu?”
Dante tidak menjawab, dia hanya memberi isyarat dengan dagunya supaya Danika segera membuka amplop itu. Perhatiannya tertuju kepada amplop di tangan Danika.
Danika membacanya sekilas. Dante menatap kembarannya, menunggu reaksinya. Sedetik kemudian terlihat perubahan di wajah Danika.
“Harus bawa pacar?” Danika terpana.
Dante mengangguk. Keduanya tidak menyadari ternyata di belakang mereka sudah ada Lana, Tyas dan Rasti.
“Halo kembar, lagi ngapain? Lagi panik kelihatannya.”
Dante dan Danika menoleh ke arah Lana cs. Gadis cantik itu berdiri dengan kedua tangan terkait ke belakang sambil menggerak-gerakkan badannya sok imut. Sementara kedua sahabatnya, Rasti dan Tyas berdiri mengapitnya. Persis seorang putri dari kerajaan anta berantah didampingi kedua dayangnya, cibir Danika dalam hati.
“Nggak usah panik masalah pesta Valentine. Persyaratannya cuma datang bawa pacar kok. Diulang, P-A-C-A-R. Bukan sekedar pasangan lho. Nggak susah, kan?” Timpal Rasti centil.
Danika cemberut.
“Atau memang itu hal yang susah untuk kalian penuhi? Yah, kalau itu memang susah untuk kalian, bilang gue aja, ntar gue cariin buat kalian.” Lana berbicara dengan kalem, tapi kata-katanya membuat Danika kesal setengah mati.
“Anak ilang kali, dicariin!” Sungut Danika pelan. Lana cuma tersenyum tipis.
Danika nggak tahu kenapa Lana bersikap begitu menyebalkan kepadanya dan Dante, padahal seingatnya mereka nggak pernah berselisih sebelumnya. Kesimpulan Danika, kalau orang sudah bawaannya suka sirik sama orang lain, nggak perlu ada alasan khusus bagi dia kalau mau membenci orang lain. Alias, kalau mau sirik ya sirik aja ngga usah pakai sebab! Lucunya, si Dante dengan konyolnya malah naksir berat sama si Lana sirik itu. Memangnya nggak ada cewek baik-baik lain apa yang lebih layak untuk ditaksir?
“Emangnya penting banget gitu pesta Valentine?” Danika sok nggak perduli.
“Oh Danika sayang, pesta Valentine itu selalu penting. Dan kali ini, kalian nggak boleh melewatkannya seperti tahun-tahun lalu. Kalau kalian nggak datang…”
*cerita seru,cerita remaja by TYKA DINARSASI
If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Cerita Seru – VALENTINE SI KEMBAR (Cinta Bikin Gubrak!) – 4
Hmm, kayaknya kalimatnya nggantung gitu…
Bersambung neh ceritanya???
Aduh malah gak ngerti neh..
Btw, salam kenal. Kita sama-sama menyukai dunia cerita.
Berkunjunglah kapan-kapan ke blog saya, dan tinggalkan juga komentar
nggantung yak?..makaci dah mampir, oke nanti giliran saya yang berkunjung ke Blog anda..salam kenal juga..
Wah bener2 info yg menarik nihhh… mantapfff !