Sean menggeleng, tersenyum tipis tapi tidak menyahut. Daniel menghembuskan napas keras, tak habis pikir. Ia heran kenapa bukan si Dick saja yang punya penyakit macam-macam biar jarang masuk. Dia pegawai yang hanya datang di akhir pekan dimana pengunjung lebih banyak dari biasa. Sekali dalam seminggu saja, tapi sudah cukup membuat Daniel gerah. Dick lamban dan [...]
Sean tersenyum tipis, menunduk mendengar kata-kata majikannya. Sepertinya malu bahwa orang tua itu sanggup membaca pikirannya. Daniel menggeleng pelan melihat pemuda itu tertunduk begitu. Sean yang dikenalnya sangat santun, agak canggung dan pemalu. Boleh dibilang pribadinya tertutup. Diawal-awal perkenalan mereka Sean malahan sangat jarang berbicara. Tapi setelah sekian tahun berlalu, pegawainya yang satu ini lebih [...]
Jalan St. Joseph, salah satu yang bisa dicapai lewat labirin itu. Daerah pinggiran Belfast ini, situasinya tak beda dengan kebanyakan daerah pinggiran di kota manapun di dunia. Padat, agak sumpek tapi masyarakatnya saling kenal satu sama lain. Tidak banyak kendaraan bermotor, lebih banyak sepeda atau truk-truk tua pengangkut sayuran dan ternak dagangan. Toko-toko yang ada [...]
Malamnya pukul tujuh tepat Bob sudah menunggu di lobby. Ia tersenyum lebar dan menanggalkan sebentar gaya sok tahunya. Beberapa kali ia bertemu dengan istri si wartawan senior itu dan paham lebih baik berlaku merendah berhadapan dengannya.
Caroline sendiri bersikap manis malam itu. Suasana hatinya sedang bagus. Jalan-jalannya keliling kota hari itu memberinya banyak inspirasi. Ia bahkan [...]
“ Tidak mewah, tapi di sana penduduknya beragam, Katolik, Protestan, Prebystarian. Tetangga kalian orang-orang Inggris atau Irlandia modern. Di tepi jalan besar yang sering dilewati turis-turis asing. Belum pernah ada penggeledahan dan kurasa tidak akan ada.”
George ternganga. Jadi kalau tidak pernah ada penggeledahan daerah itu bisa disebut aman. Apakah perlu ditanyakan sudah atau belum pernah [...]
“ Aku tahu. “ George terdiam sebentar kemudian. Ada yang mengganjal dalam pikirannya. Dan makin jelas apa ganjalan itu setelah direnungkannya beberapa saat.
“ Bob. Sejak kapan nama Rubah itu muncul ke permukaan ?”
Bob terdiam. Mengingat.
“ Tiga atau empat tahun belakangan ini. “
Masih baru. George mengingatnya baik-baik.
“ Kenapa ? “
“ Tidak ada apa-apa. Aku cuma ingin [...]
Pukul sepuluh tepat George Waters sudah berada di kantor Bob.
Robert Eckell, tingginya seratus delapanpuluh. Dengan berat sembilanpuluh kilo sebenarnya ia bisa tampil sebagai pria empatpuluh tiga tahun yang cukup menarik. Kalau saja wajah dan sikapnya tidak terlalu kaku. Ia duduk menyandar di kursinya yang besar dengan satu kaki tertumpu di atas yang lainnya. Gayanya memandang [...]
“ Sayang sekali kenyataannya begitu. Aku harus menemui Bob.”
Caroline mengeluh keras sambil membanting dirinya berbaring di samping George. George bangkit duduk. Terpikir olehnya untuk menyampaikan masalah penempatannya di utara. Semalam Caroline terlalu lelah sehingga ia menunda memberitahukannya.
“ Ada apa ?” Caroline menangkap sesuatu. George cuma duduk diam kalau kepalanya dipenuhi pikiran. Semakin ringan perasaannya semakin [...]
Mereka sudah mulai memikirkan untuk mempunyai anak bahkan sebelum mereka melangsungkan pernikahan. Mulanya mereka menganggap ini cuma soal waktu. Mereka belum beruntung. Dan lagi George sedang sibuk sementara Caroline pun mulai menanjak karir menulisnya. Mereka menundanya.
Tapi kemudian Caroline memutuskan melepas pelindung hampir setahun yang lalu.
George menghela napas merasakan beban dan rasa bersalah di hatinya. Ia [...]
“ Maafkan saya, tuan. Tapi petugas patroli itu tidak bisa saya cegah. “ Jonathan berkata dengan menyesal begitu Oliver selesai dengan pekerjaannya. Jonathan mengulurkan baju bersih pada si Rubah.
Si Rubah menatap Jonathan.
“ Bukan salahmu, pak Swift. “ jawabnya dengan suara jernih dan halus.
Jonathan menjadi lega mendengar perkataan pemuda itu. Dia kemudian membantu pemuda itu mengenakan [...]