Siapa lagi dua orang dewasa itu? Pengawal dan dayang-dayang Valentine kah? “Nggak papa kok Pak Asep, Bik Tarmi. Aku lagi bercanda sama dua teman baruku ini. Tiwi dan Arya. Tiwi, Arya, ini Pak Asep sopir kepercayaan keluargaku, dan Bik Tarmi, sudah bekerja selama 12 tahun, sehari sesudah aku lahir.” Pak Asep dan Bik Tarmi mengangguk [...]
Stu menarik nafas dalam. Merenerima kertas laporan itu dan meletakkannya di meja. Sebetulnya dia kurang suka harus meladeni agen Martin Stewart, si kepala operasi khusus yang statusnya sebetulnya cuma diperbantukan di Belfast ini. Tapi karena reputasi dan karena dia datang atas perintah London, Stu harus menghormati rekan barunya itu. Dia ditugaskan untuk menangani dan memburu [...]
“Nik, lo nggak papa kan? Siku lo berdarah tuh. Pulang aja deh, diobatin dulu!” Devon yang memang perhatian terlihat agak cemas. Danika malah tidak mendengar ucapan Devon karena sibuk celingukan, khawatir ada orang lain yang melihat adegan jatuhnya tadi. Terutama si indo. Aduh, jangan sampai deh! Harapnya. Dan untungnya tidak ada orang lain di sana [...]
Tidurku cukup nyenyak sampai pagi. Aku tidak memakan sarapanku. Singkong rebus buatan ibu kumasukkan plastik untuk sarapanku dan Arya nanti. Aku juga membawa teh limun kesukaanku. Begitu Arya datang, kami segera berangkat. Kami melewati kebun Pak Jamin. Pohon apel manalaginya sudah berbuah. Aku dan Arya mengambil beberapa dan langsung kabur. Pagar kecil di halaman belakang [...]
Luke menatapnya dengan pikiran kosong. “ Kau mengamati anak itu baik-baik, kan ? “ Luke mengangguk. Tatapannya masih bingung mencari kearah mana Martin membawanya. “ Detil apa yang kau ingat ? “ Martin bertanya sambil menatap Luke lurus. “ Selain kemampuan menganalisa dan bereaksi cepat, kurasa memperhatikan detil itu hal lumrah yang diajarkan di akademi, [...]
“Ya belum lah, kalo ada sih gue nggak bakalan pusing gini. Tau deh kalo si Dante.” “Eh, gue…gue juga belum ada sih.” Dante juga tidak terlalu yakin apakah Lana bisa dijadikan targetnya mengingat sampai detik ini gadis itu selalu cuek padanya. Boro-boro ngobrol, membalas sapaan Dante aja sudah syukur banget. “Gimana kalo kita cari orang [...]
Bangunan ini terbuat dari batu-batu gunung. Jedela-jendelanya besar. Di halamannya banyak ditumbuhi bunga berwarna-warni. Bangunan ini dikelilingi pagar yang tinggi. Rasanya tidak mungkin aku dan Arya memanjat pagar ini. Terlalu tinggi dan tidak ada pijakannya. Kami mencari cara. Mungkin ini hari keberuntungan kami, kami menemukan pintu kecil untuk masuk halaman yag rupanya lupa dikunci. Aku [...]
Herald menoleh karena bunyi benda jatuh ke air. Si muka bontol rupanya sudah terjun ke sungai mengejarnya. Benar-benar tidak sabaran. Herald mengisi paru-parunya dengan sebanyak mungkin udara dan kembali menyelam dalam. Selokan itu ! Luke melihat sekilas ketika anak laki-laki itu menyelam lagi. Dia berhenti sebentar mengira-ngira kemana arah yang akan diambilnya. Matanya menangkap selokan [...]
“Devon, udah deh! Dihukum, dihukum, apaan sih? Kita nggak sedang dalam masa hukuman.” Danika bangkit sambil membawa bantal dan ikutan selonjor di sebelah Dante. “Trus kenapa dong mukanya pada kusut kayak baju belum disetrika gitu? Cerita dong! Kita kan tumbuh bersama, duka kalian adalah dukaku, masalah kalian adalah masalahku, bahagia kalian adalah….” Danika menyambit kepala [...]
Istana batu, begitu aku menyebutnya. Berdiri kokoh dan megah di atas bukit sejak sebulan lalu. Sebagian atap dan cerobong asapnya yang seperti hampir menyentuh langit, terlihat jelas dari halaman rumahku. Bahkan ketika kabut turun pun, cerobong asap yang tidak terlalu sering mengeluarkan asapnya itu masih nampak jelas. Arya, sahabatku yang selalu setia megikuti kemana pun [...]