“Devon, udah deh! Dihukum, dihukum, apaan sih? Kita nggak sedang dalam masa hukuman.” Danika bangkit sambil membawa bantal dan ikutan selonjor di sebelah Dante. “Trus kenapa dong mukanya pada kusut kayak baju belum disetrika gitu? Cerita dong! Kita kan tumbuh bersama, duka kalian adalah dukaku, masalah kalian adalah masalahku, bahagia kalian adalah….” Danika menyambit kepala [...]
Sesaat berdiri menyapukan pandangannya ke sekeliling tempat itu. Tumpukan kotak-kotak kayu yang biasa dipanjatnya untuk naik ke atas tembok masih ada di tempatnya. Susunannya tidak berubah. Herald pergi ke tumpukan kotak itu dan mulai memanjat. Dia bisa melakukannya dengan mudah dengan satu tangan tetap memegang bolanya. Bola ini menemaninya dalam berpuluh-puluh tugas berbahaya dia tidak [...]
Kali ini Rasti yang menjawab. “Kalau kita nggak datang trus kenapa?” Potong Danika sengit. “Ya trus, bakal ada pengumuman di seluruh sekolah, kalau si kembar pecundang takut datang ke pesta, karena nggak punya pacar. Ralat, nggak bisa dapet pacar. Gimana?” Danika menahan geram, sementara Rasti mengedipkan sebelah matanya dan berlalu pergi bersama Lana dan Tyas. [...]
Dua tempat yang disebut terdahulu tidak memberikan arti apa-apa. Jalan yang ke tengah kota adalah deretan pemukiman dan kantung-kantung warga keturunan Inggris. Yang ke setasiun kereta adalah daerah industri yang ramai. St.Patrick lebih mengesankan. Di daerah itu ada bekas pabrik minuman yang sudah runtuh. Pemiliknya dulu orang Irlandia asli yang sudah bangkrut dan meninggalkan saja [...]
Danika sedang menyuap baksonya ketika Dante datang dari arah belakangnya sambil menepuk keras pungungnya. “Nik!” Danika tersentak kaget. Untung bakso di tangannya belum masuk mulut, tapi jadinya malah terpental dari sendok dan menggelinding entah kemana. Yah, bakso terakhir gue….Danika manyun sebal. “Ya ampun, Dan, apa sih? Lo pengen gue kesedak bakso?” Danika melotot antara kesal [...]
Tidak semua dikenalnya, tapi mereka semua mengenalnya. Mereka memanggilnya McKenzie si martir kecil. Padahal dia sudah tidak kecil lagi sekarang. Bertahun-tahun dilaluinya ini telah menjadi tugas rutin yang membosankan. Tapi mengapa hari ini terasa lain ? Herald tiba di perempatan dan mengambil belokan ke kanan sebagai ganti berjalan lurus. Ia terus menunduk dan memainkan bolanya. [...]
Dante tersenyum dan mengangguk antusias. “Mau, mau…” “Dan…Dante!” Sebuah suara mengagetkan Dante dari alam lamunan. Di hadapan Dante berdiri sesosok cewek, tapi sayangnya bukan Lana melainkan Rasti, teman sekelas sekaligus teman se-geng Lana yang lain. “Ngapain lo senyum-senyum sambil ngangguk gitu? Ngelamun apaan? Hayo, pagi-pagi udah ngelamun jorok, ya?” Cerocos Rasti. “Sembarangan, gue lagi ngayal [...]
“ Kadang-kadang. Tapi aku selalu berusaha mengikuti logikaku. Bukankah itu termasuk yang penting dalam pelajaran di akademi ?” Martin menggerakkan ujung mulutnya. Mungkin ia tersenyum tadi, tapi wajahnya tetap serius dan datar. “ Itu juga yang kupelajari. Tapi sekali waktu aku merasa menemui jalan buntu, aku mengandalkan firasat. Persis seperti hewan yang terjepit.” Si wajah [...]
Sean menggeleng, tersenyum tipis tapi tidak menyahut. Daniel menghembuskan napas keras, tak habis pikir. Ia heran kenapa bukan si Dick saja yang punya penyakit macam-macam biar jarang masuk. Dia pegawai yang hanya datang di akhir pekan dimana pengunjung lebih banyak dari biasa. Sekali dalam seminggu saja, tapi sudah cukup membuat Daniel gerah. Dick lamban dan [...]
Si kembar melenggang santai melintasi pinggiran lapangan basket yang dihuni oleh beberapa anak cowok yang sedang berebut bola basket. Salah seorang dari mereka menoleh ke arah si kembar dan spontan melotot. “Awas Dan….” Si kembar bahkan belum sempat menoleh ketika sebuah benda membentur sisi samping kepala Danika dengan lumayan keras. “….nika!!” “Aduuuuuuuhhhh!” Danika mengusap-usap kepalanya [...]