Tak dipungkiri lagi bahwa kopi merupakan hasil bumi yang banyak terdapat di Indonesia. Para pecinta kopi dalam negeri patut bersyukur bahwa kopi tak perlu didatangkan dari luar negeri yang mengakibatkan harganya menjadi mahal. Indonesia sendiri menjadi negara penghasil kopi terbesar ke4 di dunia dengan sebagian besar hasilnya diekspor untuk memenuhi kebutuhan dunia. Jenis kopi yang paling banyak dihasilkan oleh Indonesia adalah kopi robusta dan kopi arabica. Apa perbedaan kedua kopi tersebut? Berikut ini ulasannya sebagai pengetahuan tambahan bagi pecinta kopi.

 

Kopi arabica merupakan jenis kopi yang termasuk susah ditanam di Indonesia. Jenis kopi ini memerlukan medan lebih lebar dan luas dibandingkan dengan jenis kopi lainnya karena kopi arabica membutuhkan paparan sinar matahari yang lebih banyak untuk bisa tumbuh dengan baik. Selain dari paparan sinar matahari, yang membuat jenis kopi arabica ini lebih sedikit di tanam adalah kebutuhan akan suhu yang harus dipenuhi. Kopi arabica membutuhkan suhu dingin sehingga hanya di dataran tinggi saja jenis kopi ini bisa tumbuh dengan baik hingga menghasilkan bijih kopi dengan kualitas yang diinginkan.

 

Meski dikatakan lebih sulit untuk ditanam, namun kopi arabica juga memiliki harga yang lebih tinggi di pasaran. Hal ini disebabkan karena rasa kopi ini lebih manis dan lebih ringan. Anda bisa menikmati kopi arabica tanpa gula dan masih bisa mencari rasa manis di dalamnya. Kandungan kafein pada kopi arabica juga lebih rendah sebesar 75% dari kopi lain sehingga membuat rasanya lebih ringan. Jenis kopi ini juga yang paling banyak digunakan untuk membuat kopi dengan tambahan rasa lain karena rasa kopinya yang lebih ringan dan banyak rasa lain sudah ada di dalam rasa kopi arabica misalnya rasa mint, dan rasa buah. Adapun rasa lain yang kini bisa Anda nikmati dalam secangkir kopi arabica antara lain:

 

  • Capucinno.
  • Mint.
  • Hazelnut.
  • Mocca.
  • Dsb.

 

Lalu bagaimana dengan kopi robusta (link ke https://www.bukalapak.com/tag/kopi-robusta )kopi jenis ini lebih mudah ditanam karena bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah. Daun tanaman ini tak memerlukan sinar matahari dalam jumlah banyak sehingga juga menghemat lahan untuk penanaman. kopi jenis robusta memiliki kandungan kafein yang paling besar. Hal ini berpengaruh pada rasanya, robusta memiliki rasa lebih pahit dibandingkan dengan jenis kopi lainnya terutama kopi arabica. Bagi penikmat kopi, jenis kopi ini yang digunakan sebagai bahan kopi hitam untuk meningkatkan kewaspadaan, mengusir kantuk dan menambah semangat di pagi hari.

 

Robusta kopi tumbuh di berbagai lokasi di Indonesia. Hampir semua lokasi perkebunan kopi di Indonesia menanam jenis kopi ini karena lebih mudah tumbuh dan menghasilkan bijih kopi tanpa resiko gagal panen yang besar. Bijih kopi ini juga bisa langsung dijual di pengepul bijih kopi kecil-kecilan yang biasa menjual bubuk kopi secara langsung melalui mesin penghalus bijih kopi untuk para pecandu kopi.

 

Ingin menikmati varietas kopi asli Indonesia baik kopi robusta ataupun kopi arabica? Anda bisa mencarinya di situs belanja online terpercaya (link ke https://www.bukalapak.com ) atau di kedai kopi ternama di kota Anda. Penikmat kopi sekarang ini lebih dimanjakan karena banyaknya kedai kopi atau cafe yang menyediakan kopi dari berbagai wilayah di Indonesia hingga kopi asli mancanegara. Selain kedua jenis kopi di atas, Indonesia juga terkenal dengan jenis kopi lain yang memiliki harga paling tinggi di pasaran dunia yaitu kopi luwak.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here